Langsung ke konten utama

Cerita Bersambung #RotasiBimasakti Episode 64

Saturnus memang yang paling sering menghubungiku. Meminta bertemu untuk sekadar menyambangi kafe yang baru di Semarang hingga hanya berfoto saja di taman. Karena aku anak tunggal, kehadiran Saturnus membuatku sangat memiliki teman. Meskipun...
.
"Kak Ven, kak Bumi kapan sih pulangnya ke Indonesia?"
.
Meskipun dia menyukai Bumi dari pertama hari ospek, aku dan Bumi yang bertugas mengurusi mahasiswa baru di kampus memang diamanahi memegang kelas Saturnus. Meski begitu, aku tidak lantas menjauhi Saturnus. Pada akhirnya kan kita semua tidak tahu siapa dengan siapa. Saturnus perempuan cerewet yang tulus dan mau berusaha. Ditambah Saturnus masuk ke Lembaga Pers Mahasiswa dan menjadi reporter junior di bawah Merkurius, kita menjadi dekat. Aku jadi ingat seberapa kerasnya ia belajar teknik wawancara ketika harus mewawancarai ketua Dewan Pers pusat yang berkunjung ke kampus dulu. Benar-benar belajar yang ingin bisa, aku menyukai semangatnya. Termasuk semangatnya untuk mendapatkan Bumi. Walaupun Bumi selalu cuek.
.
"Nggak tahu Sat hehe coba ditanyain sendiri."
.
Ngomong-ngomong Bumi bagaimana kabarnya ya?
.
Ah mengharapi sesuatu yang tak kunjung berwujud lama-lama bisa berpudar juga.
.
.
-bersambung-
.
#RotasiBimasakti
#katadhyanara
.
@30haribercerita #30haribercerita #30hbc18 #30hbc1819
.
Lihat fotonya di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Salaman

Aku tahu sebenernya lebih banyak orang yang merasa terganggu ketika aku memutuskan nggak salaman sama laki-laki. Banyak banget. Mulai dari yang bilang langsung sampai yang aku denger waktu mereka ngomongin di belakang. Hehe.

Ketika meeting, atau ke acara yang mengharuskan aku ketemu laki-laki aku selalu berusaha sebisa mungkin sebelum laki-laki nyodorin tangan aku udah angkat dua tanganku di depan dada. Aku juga nggak enakan kali kalo laki-laki itu pada kecelik pas aku lupa nduluin menangkupkan dua tangan di depan dada.

Tapi buat aku itu bukan masalah. Setiap orang punya keyakinannya terhadap sesuatu masing-masing.

Ada orang yang nanya, bajuku itu kan nggak syar'i kayak ukhti-ukhti kenapa nggak mau salaman sama laki-laki? Ya karena aku memilih untuk itu:)


#katadhyanara

Tidak Lulus Tepat Waktu

Di dunia perkuliahan, sekarang ini sedang masanya libur kenaikan semester genap ke semester gasal. Itu berarti saya telah meninggalkan semester sepuluh dan akan menyambut semester sebelas. Memang dulu saya menghabiskan masa D3 dengan tepat waktu selama tiga tahun, kemudian melanjutkan transfer ke S1. Minimal masa tempuh transfer S1 dari D3 menurut peraturan dari Dikti ialah dua tahun. Jika dihitung secara berlanjut maka konversi mata kuliah yang belum saya ambil semasa D3 dulu memang bisa selesai dalam kurun waktu tepat dua tahun. Namun nyatanya saya masih harus melanjutkan ke semester sebelas. Benar, saya belum menyelesaikan skripsi saya.
Semasa semester satu dahulu saya begitu menganggap remeh teman-teman mahasiswa yang kuliah sembari bekerja. Bagaimana tidak, mereka seringkali terlambat masuk kelas sehingga saat pintu kelas dibuka mereka membuat mahasiswa lain juga dosen terganggu konsentrasinya. Mereka juga sering mengganggu saya dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai tugas yang d…