Langsung ke konten utama

Cerita Bersambung #RotasiBimasakti Episode 71

Mars kan temanku, seharusnya tidak perlu cemburu.
.
"Mer, hai!" Ah ada Venus juga.
.
"Ven, sini! Aku melambai ke arah Venus. Tidak terasa kita sudah sebesar ini. Venus melambaikan tangannya ke arahku. Tunggu, ada sesuatu yang berkilau. Ya ampun itu cincin mahkota yang aku berikan saat sekolah dasar dulu. Dia masih menyimpannya?
.
"Woy, Plu selamat!" Mars menyalamiku.
.
"Kamu kenal Venus juga Mars, Plu?" Merkurius menanyaiku. Aku menjawabnya dengan senyuman, ada hal-hal yang hanya perlu disimpan karena terlalu panjang jika diceritakan.
.
Ketika seseorang memberikan sesuatu kepada orang lain, itu berarti seseorang tersebut melihatmu spesial dari orang yang tidak diberikannya. Iyalah, dari kecil aku sudah tau bahwa Venus kakak tiriku. Berbahan monel yang aku beli di toko dekat sekolah, aku sengaja memberikan Venus cincin ukuran dewasa saat itu. Agar dia tak langsung memakainya. Agar dia yang memutuskan sendiri kapan cincin itu dipakai. Masa kecil memang membuat kita tidak terlalu banyak berpikir, membuat pengetahuan kita terbatas sehingga tidak perlu khawatir, membuat kita percaya bahwa semua akan baik-baik saja. Terima kasih sudah menjaganya belasan tahun Ven, kamu benar-benar menjaga apa yang sudah menjadi milikmu. Terkecuali Bumi yang memang belum dan tak akan boleh kamu miliki.
.
Melihat cincin Venus, aku teringat cincin emas 14 karat di saku kanan celanaku. Aku sudah menyusun skenarionya dengan Mars. Aku masih mengambil gambar Merkurius dan Venus yang masih bergaya.
.
"Mars ayo kita foto!" Merkurius menatap Mars penuh harap, aku hanya tertawa kecil. Aku tau betapa sakitnya tidak diperhatikan itu. Karena kamu melakukan itu kepadaku Mer. Tapi tidak mengapa, kan kamu memang belum tahu rasaku.
.
"Aku lagi nggak mood foto nih Mer, nanti aja ya." Mars pasti sudah mematahkan hati Merkurius dengan menjawab seperti itu. Tapi aku tetap harus menjalankan rencanaku.
.
.
-bersambung-
.
#RotasiBimasakti (Tema: masa kecil)
#katadhyanara
.
@30haribercerita #30haribercerita #30hbc18masakecil #30hbc1826
.
Lihat fotonya di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup Berkah dengan Reksa Dana Syariah

Aku itu suka menabung. Aku suka uang. Kalaupun harus membeli sesuatu aku akan lebih memilih membeli barang ketimbang makanan. Karena entah kenapa melihat dari sisi nilai kekekalan sesuatu buatku adalah hal yang teramat penting. Selama kuliah ada aja rejeki dari kerjaan-kerjaan yang dengan disiplin aku tabung buat niatnya sih segala kebutuhan di masa depan.
Sebagai perempuan berumur 23 tahun, aku mulai gundah perihal kehidupan finansialku. Mungkin karena aku belum menikah ya jadi kepikiran gitu kalau menikah nanti pasti butuh biaya yang nggak sedikit, yaa meskipun sampai sekarang kepikirannya nikah di KUA aja nanti lanjut syukuran sama kerabat terdekat di sebuah restaurantgitu sehingga uang yang harusnya dibuat resepsi pernikahan justru bisa dialokasikan ke berbagai pendanaan lain dalam kehidupan rumah tangga. Bukannya pelit dan terlalu hemat sih, aku memandangnya dari segi prioritas sebuah pesta resepsi itu kok kayaknya di urutan terakhir banget dibanding kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Tulus

Pada suatu malam yang hampir larut, aku melangkah masuk ke Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit dekat rumah. Meskipun dalam kondisi yang tidak sehat aku tetap berjalan cepat. Bagiku waktu adalah hal yang penting. Teramat penting. Jadi jika ada yang bertanya apapun mengenai waktuku dan aku menjawabnya dengan santai, saat itulah aku sedang berbohong. Segala sesuatunya aku pikirkan matang-matang. Kalau bisa selesai atau tercapai lebih cepat, apapun itu, aku pasti usahakan.

Di tengah menahan badan yang tidak enak aku bertemu laki-laki yang aku tidak kenal sama sekali namun ramah. Penuturan kata-katanya juga bagus, terlihat santun, dan...pintar. Setelah dua dokter memeriksaku secara gantian. Dia menghampiriku, mengajukan pertanyaan biasa tentang kesehatan dan aku menjawabnya dengan jawaban yang juga biasa. Hingga tiba-tiba..

"Saya boleh minta nomor kamu nggak?" ucapan itu keluar setelah ia menggaruk kepalanya yang aku tebak tidak benar-benar gatal.

"Buat apa ya?" aku …

Yang Tidak NET TV Katakan (1)

Beberapa waktu lalu saya memakai fitur Q&A pada Instagram Story untuk mengetahui apa saja yang ingin teman-teman saya tahu mengenai NET TV. Terlebih ketika isu NET TV banyak dibahas pada artikel daring. Pembahasan ini sungguh luas sehingga memungkinkan untuk tidak menjadi satu kali unggahan saja.
Pembahasan ini dinilai dari sudut pandang saya yang hanya sebagai presenter panggilan NET Biro Jawa Tengah tiga tahun terakhir, tentu saya sebenernya nggak tahu banyak tapi saya rasa ada hal-hal yang perlu disampaikan dengan netral juga bijak.
Ada banyak perusahaan televisi di Indonesia dan terserah mereka mau bikin karakter perusahaannya kayak gimana. Tapi ada hal terpenting yang mereka lupa: frekuensi adalah milik publik sehingga tidak seharusnya mereka menciptakan program acara seenaknya.
Sejak kuliah di jurusan pertelevisian 6 tahun lalu saya semakin tidak bisa menonton televisi dengan damai. Ada terlalu banyak pelanggaran penyiaran setiap detiknya. Hingga tidak lama kemudian muncul satu…