Langsung ke konten utama

Cerita Bersambung #RotasiBimasakti Episode 58

Hal yang paling susah aku lakukan adalah: meninggalkan seseorang.
.
Itulah kenapa saat kita pergi untuk bertemu lalu ketika tiba waktunya berpisah maka aku hanya menunggumu membelakangiku terlebih dulu. 
Barulah aku bisa berbalik ke arah yang berlawanan dari kamu. 
Setelah dua langkah, seperti biasa aku harus kembali menoleh.
Menyaksikan punggungmu menghilang masuk ke dalam kerumunan orang.
Dan tentu aku harus melanjutkan perjalananku menuju pulang.
Dengan rasa yang berat.
Meskipun aku tahu bahwa nanti akan ada temu-temu yang lain.
.
Kan aku hanya mencintaimu.
Hanya mencintaimu kok, yang tidak akan buatku mati jika kamu tak membalasnya.
.
Lima belas jam perjalanan udara dengan Emirates dikurangi perbatasan waktu dunia sebanyak 4 jam, membuat aku dan Pluto sampai Soekarno Hatta pukul satu dini hari. Kami sudah membeli tiket bus damri dari bandara yang dua jam lagi akan berangkat ke stasiun Gambir. Kereta menuju Semarang masih nanti pukul lima, jadi kami punya waktu untuk membersihkan diri.
.
Melupakan seseorang yang pernah menghuni pikiran hingga mengakar terhitung sangat susah.
Apalagi dengan sengaja melupakannya.
Justru kenangan terasa semakin menguat.
Tolakan Pluto menjauhi Merkurius tempo hari sudah pasti aku maklumi.
.
Setidaknya terimakasih Bumi, sudah pernah mau menjadi penting dalam ingatan.
.
.
-bersambung-
.
#RotasiBimasakti
#katadhyanara
.
@30haribercerita #30haribercerita #30hbc18 #30hbc1813
.
Lihat fotonya di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Salaman

Aku tahu sebenernya lebih banyak orang yang merasa terganggu ketika aku memutuskan nggak salaman sama laki-laki. Banyak banget. Mulai dari yang bilang langsung sampai yang aku denger waktu mereka ngomongin di belakang. Hehe.

Ketika meeting, atau ke acara yang mengharuskan aku ketemu laki-laki aku selalu berusaha sebisa mungkin sebelum laki-laki nyodorin tangan aku udah angkat dua tanganku di depan dada. Aku juga nggak enakan kali kalo laki-laki itu pada kecelik pas aku lupa nduluin menangkupkan dua tangan di depan dada.

Tapi buat aku itu bukan masalah. Setiap orang punya keyakinannya terhadap sesuatu masing-masing.

Ada orang yang nanya, bajuku itu kan nggak syar'i kayak ukhti-ukhti kenapa nggak mau salaman sama laki-laki? Ya karena aku memilih untuk itu:)


#katadhyanara

Tidak Lulus Tepat Waktu

Di dunia perkuliahan, sekarang ini sedang masanya libur kenaikan semester genap ke semester gasal. Itu berarti saya telah meninggalkan semester sepuluh dan akan menyambut semester sebelas. Memang dulu saya menghabiskan masa D3 dengan tepat waktu selama tiga tahun, kemudian melanjutkan transfer ke S1. Minimal masa tempuh transfer S1 dari D3 menurut peraturan dari Dikti ialah dua tahun. Jika dihitung secara berlanjut maka konversi mata kuliah yang belum saya ambil semasa D3 dulu memang bisa selesai dalam kurun waktu tepat dua tahun. Namun nyatanya saya masih harus melanjutkan ke semester sebelas. Benar, saya belum menyelesaikan skripsi saya.
Semasa semester satu dahulu saya begitu menganggap remeh teman-teman mahasiswa yang kuliah sembari bekerja. Bagaimana tidak, mereka seringkali terlambat masuk kelas sehingga saat pintu kelas dibuka mereka membuat mahasiswa lain juga dosen terganggu konsentrasinya. Mereka juga sering mengganggu saya dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai tugas yang d…