Cerita Bersambung #RotasiBimasakti Episode 57

"Jangan dekati Merkurius Plu." Pluto yang pintar bernyanyi sedang bersenandung lagu andalannya seminggu ini sambil memainkan ponsel. Mendengar jawabanku, ia mengernyitkan dahi.
.
Aku tidak ingin Pluto sakit karena mengharapkan seseorang yang memiliki pengharapan kepada seseorang yang bukan dirinya. Seperti aku kepada Bumi, dulu.
.
Kita tidak bisa memaksakan siapapun untuk tinggal. Menetap di dalam perasaan seseorang memang banyak resikonya. Ada orang yang muncul hanya ingin sekedar berteduh dari teriknya hujan malam hari, atau berlindung dari derasnya sinar rembulan yang tertutup pagi. Ada yang sengaja bertamu, minum kopi, lalu pergi. Bahkan ada juga yang datang karena membutuhkan teman agar tidak sendiri.
.
"Plu, sejak lama Merkurius mendamba Mars." Aku bingung mau basa-basi yang bagaimana. Setelah mendapatkan jawaban Pluto sibuk kembali dengan ponselnya. Seperti butuh berfikir sejenak untuk mencerna kalimat pendekku barusan.
.
Aku dan Pluto berdiri ketika mendengar pengumuman bahwa pesawat yang melalui Jakarta untuk membawa kami pulang ke kota Semarang, kota yang membiarkan kerumitan cerita ini terus berjalan sudah bisa dimasuki penumpang. Kami menaiki eskalator menuju garbarata. Akhirnya aku meninggalkan Madinah. Kota yang terdapat Masjid Nabawi sekaligus tempat dimakamkannya Nabi Muhammad SAW. Kota yang merupakan kota paling suci kedua dalam agama Islam setelah Makkah. Bisa meninggalkan perasaan Bumi di sini sepertinya lebih baik. Mungkin rumus merinduku terhadapnya memang ditakdirkan distorsi.
.
"Ven, jutaan satuan rasaku terhadap Merkurius akan terus bertambah." Kami berdua diam, memandang ke lain arah. Ini memang susah.
.
.
-bersambung-
.
#RotasiBimasakti (tema: Cerita Kota)
#katadhyanara
.
@30haribercerita #30haribercerita #30hbckota #30hbc1812
.
Lihat fotonya di sini

Komentar

Postingan Populer