Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Cerita Bersambung #RotasiBimasakti Episode 75

Memutuskan patah bukan melulu karena ingin sudah, namun bisa jadi perihal teramat cinta yang haruskan dua jadi pisah. Aku rasa Bumi itu mencintaiku, hanya saja salah cara. Ya bagaimana. Biarkan setiap kisah memiliki titiknya sendiri. Aku akan membuat paragraf yang lain.
.
.
.
.
-bersambung-
.
#RotasiBimasakti(Tema: Titik)
#katadhyanara
.
@30haribercerita#30haribercerita#30hbc18titik#30hbc1830
.
Lihat fotonya di sini

Cerita Bersambung #RotasiBimasakti Episode 73

Kita ini sebenar-benarnya sama gerak. Namun berbeda arah panah. Aku mencari tetap dan Bumi menuju keluar. Sepertinya tidak akan ada pertemuan. Kecuali jika kita berjalan memutar. Sekarang, hal yang terpenting adalah aku tidak boleh diam. Harus selalu mencipta pergerakan.
.
.
.
.
-bersambung-
.
#RotasiBimasakti(Tema: Pergerakan)
#katadhyanara
.
@30haribercerita#30haribercerita#30hbc18pergerakan#30hbc1828
.
Lihat fotonya di sini

Cerita Bersambung #RotasiBimasakti Episode 72

Tapi aku tetap harus menjalankan rencanaku.
.
Aku memberikan kamera kepada Mars.
.
"Ya sudah kalau tidak mau foto, ambilkan gambarku dengan Merkurius, Mars." Aku mengambil posisi di sebelah Merkurius. Venus menatapku, seakan tahu apa yang mau aku perbuat. Tiba-tiba angin berhembus sedikit, seakan setuju pada hatiku yang berMerkurius. Sepi. Mars mengiyakan permintaanku.
.
"Aku countdown nih ya siap-siap.." Mars agak membungkuk, wajahnya ditaruh tepat di depan preview kameraku. Sial, tidak biasanya aku grogi seperti ini.
.
"Three.."
.
Aku bergaya dengan memasukkan tangan kananku ke saku celana. Menggenggam erat-erat cincin bertuliskan Merkurius di bagian dalam.
.
"Two.."
.
Merkurius di sebelah kiriku mengangkat tangan membentuk logo 'peace' sambil tersenyum, mungkin parasnya cantik seperti biasa. Aku tidak melihatnya karena mataku masih menatap lensa kamera. Meyakinkan diriku bahwa ini tindakan yang tepat.
.
"One!"
.
Aku mengeluarkan cincin dari s…

Cerita Bersambung #RotasiBimasakti Episode 71

Mars kan temanku, seharusnya tidak perlu cemburu.
.
"Mer, hai!" Ah ada Venus juga.
.
"Ven, sini! Aku melambai ke arah Venus. Tidak terasa kita sudah sebesar ini. Venus melambaikan tangannya ke arahku. Tunggu, ada sesuatu yang berkilau. Ya ampun itu cincin mahkota yang aku berikan saat sekolah dasar dulu. Dia masih menyimpannya?
.
"Woy, Plu selamat!" Mars menyalamiku.
.
"Kamu kenal Venus juga Mars, Plu?" Merkurius menanyaiku. Aku menjawabnya dengan senyuman, ada hal-hal yang hanya perlu disimpan karena terlalu panjang jika diceritakan.
.
Ketika seseorang memberikan sesuatu kepada orang lain, itu berarti seseorang tersebut melihatmu spesial dari orang yang tidak diberikannya. Iyalah, dari kecil aku sudah tau bahwa Venus kakak tiriku. Berbahan monel yang aku beli di toko dekat sekolah, aku sengaja memberikan Venus cincin ukuran dewasa saat itu. Agar dia tak langsung memakainya. Agar dia yang memutuskan sendiri kapan cincin itu dipakai. Masa kecil memang membuat k…

Cerita Bersambung #RotasiBimasakti Episode 70

Aku Pluto.
.
Hari ini aku wisuda bersama Merkurius. Gedung fakultas kami memang dianggap paling artistik dari pada gedung lainnya di kampus. Iyalah, interpretasi seni harus dengan seni juga. Sinar matahari perlahan menghilang, jangan-jangan sebentar lagi hujan. Venus bilang mau ke sini. Kenapa lama sekali?
.
Sebenarnya aku tahu kalau selisih umurku dua tahun lebih muda. Sebenarnya aku juga tahu Merkurius tidak pernah mencintaiku. Tapi memang kenapa? Keduanya bukan hal yang perlu dijadikan masalah. Perspektif orang memang seringkali membuatnya nampak semakin susah. Usia akan selalu rancu jika dihitung sebagai takaran bahwa siapa yang hubungannya pantas atau tidak. Pun jika memang Merkurius belum mencintaiku ya tidak mengapa, cinta itu bisa ditumbuhkan dari rasa percaya. Jika aku berhasil meyakinkannya bahwa aku orang yang tepat, dia akan mencintaiku secepatnya. Aku berani jamin.
.
Cinta Merkurius kan bertepuk sebelah tangan. Lagipula Mars sudah membantuku untuk menjauhkan Bumi dari Venus. Ja…

Cerita Bersambung #RotasiBimasakti Episode 69

Mars andai kamu tahu, sikapmu selama ini membuyarkan kontemplasiku.
.
Tapi aku senang kamu meninggalkan dunia dancemu dan beralih menjadi reporter di perusahaan televisi nasional. Televisi di rumahku tidak pernah berganti channel. Aku selalu menunggu live reportmu. Meskipun jika bukan kamu yang live report aku akan mendengarkan semua berita demi mendengar namamu disebut, ya siapa tahu. Setiap jam 5, 10, 12, 16, dan 24 jika aku sedang di luar rumah tentu aku berusaha menontonmu melalui streaming. Tapi toh kamu tidak tahu kan?
.
Menunggumu menyambut perasaanku adalah satu-satunya hoaks yang aku percaya di dunia ini.
.
Mars masih diam. Pluto memberikan kamera yang dipegang kepada Mars.
.
"Ya sudah kalau tidak mau foto, ambilkan gambarku dengan Merkurius Mars." Pluto berpindah posisi ke sebelahku. Aku melihat Venus menatap Pluto dengan nanar, aku tidak tahu apa artinya. Angin berhembus sedikit. Semua orang di gedung serbaguna kampusku seolah diam, sepi sekali. Mars mengiyakan.
.
"Aku…

Cerita Bersambung #RotasiBimasakti Episode 68

"Ven, sini!" Pluto melambai ke arah Venus. Loh? Mereka berdua saling mengenal?
.
"Woy, Plu selamat!" Mars langsung menyalami Pluto dan menepuk-nepuk punggungnya.
.
"Kamu kenal Venus juga Mars, Plu?" Duh kenapa aku sedikit merasa..cemburu? Bukan mencemburui Pluto, bukan. Aku cemburu karena Pluto mengenal keduanya. Itu berarti jika Mars.. Venus memeluk Pluto sebagai ucapan selamat lalu menarik lenganku, mengajakku berfoto tanpa toga yang sudah kulepas karena kegerahan. Pluto hanya menjawab dengan tersenyum.
.
Jika Mars mengenal seseorang yang juga mengenal Venus yaitu Pluto, itu berarti ada hipotesa bahwa cakupan revolusi mereka bisa jadi lebih dekat dari pada yang kubayangkan. Mars tidak menyia-nyiakan hilangnya peredaran Bumi dari putaran tata surya.
.
"Pluto adik tiriku Mer, ceritanya panjang. Oh ya bagaimana kelanjutanmu dengan Mars? Aku menunggu ceritamu." Venus tertawa menggodaku, aku juga tertawa..meskipun dibuat-buat. Bagaimana bisa hubunganku ber…

Cerita Bersambung #RotasiBimasakti Episode 67

Hai, aku Merkurius! Ini hari ke 1249 sejak keberangkatan Bumi lebih dari 3 tahun lalu meninggalkan Venus. Sebenarnya aku sudah tidak begitu memikirkan kepayahan Venus dalam mencintai seseorang yang sulit seperti Bumi. Aku begitu memperhatikan hari karena aku menghitungi seseorang yang menjauhiku berkali-kali. Itu semua karena Bumi. Karena Bumi menghilang, aku jadi semakin jauh dari Mars. Tentu saja Mars lebih memilih Venus. Rasaku akan Mars tidak juga pupus. Sudah benar-benar tidak bisa hilang. Sepertinya sih begitu.
.
Hari ini aku resmi mendapatkan gelar Magister Pendidikan Seni. Pluto teman baruku di sini juga wisuda Sarjana Pendidikan Seni. Kita menjadi dekat karena pernah membantu proyek salah satu dosen yang melakukan penelitian mengenai musik. Tapi tetap, tidak ada yang bisa menggantikan Mars di semesta rasaku.
.
Siang ini mendung. Aku sedang berfoto dengan Pluto. Tiba-tiba aku merasakan planet yang bergerak mendekat. Getaran yang aku hafal betul ritmenya. Aku berbalik.
.
"Mars!&…

Cerita Bersambung #RotasiBimasakti Episode 66

Sore ini tak ada semilir angin, kue coklat tanpa remah, dan tentu Bumi, lagi.
.
Hari libur membuatku semakin terasa sepi. Untung Saturnus mengajakku pergi.
.
"Semua akun media sosialnya ditutup sih kak. Masa kak Venus ga tau sihh kan sohib banget sama kak Bumi dari dulu.."
.
Tepatnya dulu, sekarang sudah tidak.
.
Minggu pagi ini aku bangun di taraf kedamaian yang setingkat lebih tinggi dibanding kemarin. Lalu setelah Saturnus bicara menyoal Bumi, tingkat kedamaianku turun lagi. Di taman ini Saturnus masih saja merajuk, parahnya sekarang sambil memeluk tiang listrik. Aku memang belum menjawab kapan tepatnya Bumi kembali. Memang tidak berusaha mencari tahu lagi.
.
"Kak Ven bilanglaaah. Tanyain kak Bumiii. Lagian masa kak Venus ga tau sih?"
.
Aku diam saja. Ya, aku tidak pernah mengambil mata kuliah tentang per-Bumi-an. Ilmu pengetahuan tentang Bumi, aku tidak tahu.
.
"Yaudah aku deketin Pluto aja, dia kan nggak kalah keren dari kak Bumi. Pinter nyanyi lagi."
.
"Suara …