Langsung ke konten utama

Cerita Bersambung #RotasiBimasakti Episode 53

Meskipun aku selalu berbenturan dengan apa yang menjadi prinsip, opini, sudut pandang, atau apapun yang meliputi Venus namun aku selalu kesepian ketika ia tidak masuk kelas. Rasanya seperti ada petir yang hilang dari badai di planetku.
.
Padahal mungkin, aslinya kita bisa berteman. Sebenarnya jika dilihat baik-baik Venus tidak menyakitiku, tidak mencelakaiku, tidak menyerangku. Namun ekskalasi kekesalanku padanya sudah terlanjur optimum. Lewat perdebatan di kelas mengenai teori-teori manajemen pemasaran sejak hari pertama masuk.
.
Aku barusan lulus S1 ketika Venus, Bumi, dan adikku Mars lulus SMP. Usiaku memang berjarak lumayan dengan mereka. Itulah mengapa sebenarnya ketika Venus dan Bumi main ke rumah untuk menemui Mars aku lebih suka berada di kamar. Menekuni bidang fotografi yang aku gemari dengan belajar melalui internet. Aku memang selalu cuek terhadap mereka. Dari sepenglihatanku, aku hanya tahu Mars menyukai Venus di saat Venus menyukai Bumi. Mungkin sebagai kakak yang secara naluri ingin mendukung dan melindungi adiknya, aku jadi tidak menyukai Venus. Jadi ketika mereka di rumahku dan menegurku, aku hanya lewat begitu saja. Aku fikir perasaan anak SMP akan hilang dibawa waktu, ternyata semakin waktu membawanya, perasaan mereka merumit. Hingga sekarang.
.
Meskipun Mars tidak pernah cerita, tapi aku tahu ada yang tidak beres dengan hubungan pertemanan mereka.
.
Mungkin sikap menjengkelkanku ini seperti tipu daya agar seolah-olah aku terlihat tidak peduli terhadap mereka. Ditambah lagi ternyata sewaktu S2 aku bertakdir sekelas dengannya.
.
"Kak Jupiter, Mars jadi pulang akhir bulan ini nggak sih?" Tiba-tiba selepas perkuliahan Venus menanyakan perihal kepulangan Mars dari Jakarta.
.
"Kamu punya ponsel? Tanya saja sendiri." Aku membuang bungkus permen ke tong sampah dan meninggalkannya.
.
.
-bersambung-
.
#RotasiBimasakti
#katadhyanara
.
@30haribercerita #30haribercerita #30hbc18 #30hbc1808 #30hbc18teman
.
Lihat postingannya di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas Cinta

Tempo hari aku ikut Kelas Cintanya Lex de Praxis, sebenernya bukan karena kehidupan percintaanku kenapa-kenapa banget. Lebih sekadar penasaran materi yang membahas cinta itu kayak gimana modelnya. Rame banget yang dateng. 

Seperti seminar kebanyakan, materi yang disampaikan pasti ada yang bikin kita setuju mengiyakan atau bahkan tidak percaya sama sekali. Dari sekian banyak yang tidak kupercayai sama sekali, ada beberapa hal yang bikin otakku mikir untuk pertama kali.Kalimat-kalimat yang tadinya cuma aku baca di novel atau tahu dari film, saat itu aku bener-bener mencoba mengerti hingga mencerna dengan hati.
Pertama, adalah cinta itu hubungan dua arah. Kalo kita udah usaha buat mendapatkan perhatian tapi dia sang pujaan tidak kembali melakukan hal yang sama, maka berhentilah berharap. Aku rasa tadinya mengharapkan sesuatu yang miliki sedikit kemungkinan untuk terwujud memang membutuhkan waktu lebih lama. Seperti lebih lama berjuang, mungkin juga lebih lama berkorban. Tapi jika dipikir-p…

Tidak Salaman

Aku tahu sebenernya lebih banyak orang yang merasa terganggu ketika aku memutuskan nggak salaman sama laki-laki. Banyak banget. Mulai dari yang bilang langsung sampai yang aku denger waktu mereka ngomongin di belakang. Hehe.

Ketika meeting, atau ke acara yang mengharuskan aku ketemu laki-laki aku selalu berusaha sebisa mungkin sebelum laki-laki nyodorin tangan aku udah angkat dua tanganku di depan dada. Aku juga nggak enakan kali kalo laki-laki itu pada kecelik pas aku lupa nduluin menangkupkan dua tangan di depan dada.

Tapi buat aku itu bukan masalah. Setiap orang punya keyakinannya terhadap sesuatu masing-masing.

Ada orang yang nanya, bajuku itu kan nggak syar'i kayak ukhti-ukhti kenapa nggak mau salaman sama laki-laki? Ya karena aku memilih untuk itu:)


#katadhyanara