Langsung ke konten utama

Cerita Bersambung #RotasiBimasakti Episode 54

"Kamu punya ponsel? Tanya saja sendiri." Aku membuang bungkus permen ke tong sampah dan meninggalkannya.
.
.
"Teruntukmu.
.
Hari ini tepat seminggu setelah kelulusan S2.
Sedangkan kita tak pernah membicarakan apapun tentang masa yang barangkali akan benar-benar datang. 
Sampai hari ini sekalipun tidak. 
Bahkan membahas bahwa aku Jupiter, kamu Venus, lalu terletak Bumi dan Mars di antara kita, tidak.
Laju rotasi pertemuan kita memang tak searah. 
Di kala jalur revolusi yang berpapasan, kita saling membelakangi. 
Tidak pernah menemukan waktu yang tepat untuk berpandangan, berbincang tanpa debat, dan hari tanpa musuhan. 
Sedangkan ketika ditarik garis lurus mestinya kita berhadapan, lagi-lagi.
Venusku, kita terhalang matahari.
.
Karena durasi pertemuan yang terlalu sering selama dua tahun ditambah perang dingin setiap hari membuatku sering memikirkan kata-kata yang kamu sampaikan. Barangkali bisa juga dibilang memikirkanmu. Terhadapmu, pemikiranku jadi berubah.
.
Salam hormat,
Dewa Langit yang berbalut jutaan badai.
-Jupiter-"
.
Pagi ini aku meminta Mars untuk menelfon Venus. Katanya Venus sedang berada di Madinah karena urusan kerjaan bersama adiknya, Pluto. Aku meminta Mars untuk menyuruh Venus membuka email yang aku kirimkan. Yang aku tahu dari adikku, Venus suka sekali menerima segala jenis surat.
.
Jika cinta adalah kebencian, maka benci aku lebih dalam lagi.
.
.
-bersambung-
.
#RotasiBimasakti
#katadhyanara
.
@30haribercerita #30haribercerita #30hbc18 #30hbc1809
.
Lihat fotonya di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas Cinta

Tempo hari aku ikut Kelas Cintanya Lex de Praxis, sebenernya bukan karena kehidupan percintaanku kenapa-kenapa banget. Lebih sekadar penasaran materi yang membahas cinta itu kayak gimana modelnya. Rame banget yang dateng. 

Seperti seminar kebanyakan, materi yang disampaikan pasti ada yang bikin kita setuju mengiyakan atau bahkan tidak percaya sama sekali. Dari sekian banyak yang tidak kupercayai sama sekali, ada beberapa hal yang bikin otakku mikir untuk pertama kali.Kalimat-kalimat yang tadinya cuma aku baca di novel atau tahu dari film, saat itu aku bener-bener mencoba mengerti hingga mencerna dengan hati.
Pertama, adalah cinta itu hubungan dua arah. Kalo kita udah usaha buat mendapatkan perhatian tapi dia sang pujaan tidak kembali melakukan hal yang sama, maka berhentilah berharap. Aku rasa tadinya mengharapkan sesuatu yang miliki sedikit kemungkinan untuk terwujud memang membutuhkan waktu lebih lama. Seperti lebih lama berjuang, mungkin juga lebih lama berkorban. Tapi jika dipikir-p…

Tidak Salaman

Aku tahu sebenernya lebih banyak orang yang merasa terganggu ketika aku memutuskan nggak salaman sama laki-laki. Banyak banget. Mulai dari yang bilang langsung sampai yang aku denger waktu mereka ngomongin di belakang. Hehe.

Ketika meeting, atau ke acara yang mengharuskan aku ketemu laki-laki aku selalu berusaha sebisa mungkin sebelum laki-laki nyodorin tangan aku udah angkat dua tanganku di depan dada. Aku juga nggak enakan kali kalo laki-laki itu pada kecelik pas aku lupa nduluin menangkupkan dua tangan di depan dada.

Tapi buat aku itu bukan masalah. Setiap orang punya keyakinannya terhadap sesuatu masing-masing.

Ada orang yang nanya, bajuku itu kan nggak syar'i kayak ukhti-ukhti kenapa nggak mau salaman sama laki-laki? Ya karena aku memilih untuk itu:)


#katadhyanara