Langsung ke konten utama

Cerita Bersambung #RotasiBimaSakti Episode 26

“Mars, ternyata berteman juga butuh seni ya?” Venus membuka pembicaraan usai membaca selembar kertas HVS yang baru saja aku cetak sebelum menemui Bumi di masjid kampus. Ya, sebelum hujan. Aku dan Bumi membicarakan hal-hal yang selama ini enggan kami bicarakan. Apa lagi jika bukan menyoal Venus? Sebelum memberikan surat ini kepada Venus, di masjid Bumi sudah membaca tulisan yang kuketik saat malam-malam kita bertiga di markas Pers. Tentu ada penambahan maupun pengurangan kalimat-kalimat setelah tragedi Merkurius menyampaikan kabar mengenaiku kepada Venus dan tragedi Venus menyampaikan sesuatu kepada Bumi yang baru aku tahu.
.
Bumi menyetujui gagasanku bahwa persahabatan kami bertiga haruslah tetap sama seperti dahulu. Masalah rasa toh di antara kami juga belum ada yang siap menikah. Banyak juga perencanaan kami yang kedepannya belum tentu disetujui oleh Sang Pemilik Rencana. Bumi juga menceritakan mengenai keberangkatannya bulan depan ke Makkah. Nanti usai rapat rutin UKM Penalaran, ia juga akan menyatakan pengunduran diri sebagai ketua. Aku dan Venus juga harus bersiap membantu segala persiapan Bumi untuk sebulan ke depan, tentu saja setelah Bumi menyampaikan kabar mengejutkan ini sendiri kepada Venus.
.
“Ven, cinta bisa ditumbuhin cinta juga bisa ditebang tergantung kita sang empunya hati. Kita bisa menghentikan perasaan kepada orang yang benar di waktu yang salah atau mungkin kepada orang yang salah di waktu yang benar.” Aku menyambung kalimat Venus.
.
Hujan yang deras sudah mereda, menyisakan rintik gerimis yang berjatuhan di aspal karena ditarik gaya gravitasi. Di ujung langit sana, aku melihat pelangi.
.
.
--bersambung--
.
#katadhyanara
.
@30haribercerita #30haribercerita#30hbc1726
.
Lihat fotonya di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas Cinta

Tempo hari aku ikut Kelas Cintanya Lex de Praxis, sebenernya bukan karena kehidupan percintaanku kenapa-kenapa banget. Lebih sekadar penasaran materi yang membahas cinta itu kayak gimana modelnya. Rame banget yang dateng. 

Seperti seminar kebanyakan, materi yang disampaikan pasti ada yang bikin kita setuju mengiyakan atau bahkan tidak percaya sama sekali. Dari sekian banyak yang tidak kupercayai sama sekali, ada beberapa hal yang bikin otakku mikir untuk pertama kali.Kalimat-kalimat yang tadinya cuma aku baca di novel atau tahu dari film, saat itu aku bener-bener mencoba mengerti hingga mencerna dengan hati.
Pertama, adalah cinta itu hubungan dua arah. Kalo kita udah usaha buat mendapatkan perhatian tapi dia sang pujaan tidak kembali melakukan hal yang sama, maka berhentilah berharap. Aku rasa tadinya mengharapkan sesuatu yang miliki sedikit kemungkinan untuk terwujud memang membutuhkan waktu lebih lama. Seperti lebih lama berjuang, mungkin juga lebih lama berkorban. Tapi jika dipikir-p…

Tidak Salaman

Aku tahu sebenernya lebih banyak orang yang merasa terganggu ketika aku memutuskan nggak salaman sama laki-laki. Banyak banget. Mulai dari yang bilang langsung sampai yang aku denger waktu mereka ngomongin di belakang. Hehe.

Ketika meeting, atau ke acara yang mengharuskan aku ketemu laki-laki aku selalu berusaha sebisa mungkin sebelum laki-laki nyodorin tangan aku udah angkat dua tanganku di depan dada. Aku juga nggak enakan kali kalo laki-laki itu pada kecelik pas aku lupa nduluin menangkupkan dua tangan di depan dada.

Tapi buat aku itu bukan masalah. Setiap orang punya keyakinannya terhadap sesuatu masing-masing.

Ada orang yang nanya, bajuku itu kan nggak syar'i kayak ukhti-ukhti kenapa nggak mau salaman sama laki-laki? Ya karena aku memilih untuk itu:)


#katadhyanara

Kamu Nggak Akan Pernah Ngerti

Maaf kalau aku bertindak biasa saja. Dalam pertemanan tanpa ikatan, memangnya aku bisa apa? Jika aku memintamu tidak pergi, apa kamu akan tetap tinggal? Jika aku bilang merindukanmu, apa iya kamu akan langsung terbang? Kembali ke titik pertemuan?
Maaf kalau aku bertindak biasa saja. Dalam pertemanan tanpa ikatan, memangnya aku bisa apa? Jika aku memintamu lebih sering menghubungiku, apa kamu punya waktu untuk itu? Jika aku bilang aku membutuhkan hadirmu, apa iya kamu percaya begitu saja? Kamu pasti hanya tertawa.
Sulit juga menyimpan rasa lama-lama. Karena berteman denganmu tidak terlihat beda dengan berteman pada lainnya. Sehingga membuatmu yakin bahwa aku tak main-main tentu mustahil. Membuatmu tahu peduliku selama ini saja aku tidak biarkan. Membuatmu tahu aku memendam rindu yang besar, apalagi. Sungguh pantangan.
Sulit juga menyimpan rasa lama-lama. Karena revolusi kita yang tidak berjarak dekat, sepertinya menjadi teman biasa adalah satu-satunya cara. Sehingga bisa membuat kita lebi…