Langsung ke konten utama

Cerita Bersambung #RotasiBimaSakti Episode 33

Coklat panasku masih terlalu panas. Karena aku enggan meniupnya, kubiarkan ia sedikit dingin dengan terlebih dulu menggigit triple chocolate donutku. Mars bilang sedang diet, ia bilang sebagai dancer dirinya tak boleh terlalu berisi. Jadi ia hanya memesan orange juice dan berdalih itu minuman sehat karena rasanya masam, ada banyak vitamin di sana. Bumi baru saja menutup telfon dari om Surya, papanya. Hari ini Bumi sedang puasa.
.
Bicara mengenai om Surya, aku jadi teringat perpisahan Bumi dengan tante Bintang tadi di rumah. Tante Bintang memiliki sedikit phobia terhadap bandara. Bagaimana tidak, kak Awan dan om Surya saat ini tak berada di sisinya karena pergi ditelan bandara. Karena itulah tante Bintang lebih memilih waktu perpisahan dengan Bumi di rumah. Agustus tahun ini kak Awan diwisuda, itu berarti tante Bintang menghabiskan enam bulannya di rumah sendirian. Dan om Surya? Jika Allah menakdirkan makhluknya tidak untuk bersama ya mereka tidak akan bersama kan? Bagaimana bisa kamu melihat bintang dan surya dalam waktu bersamaan? Mereka memiliki waktunya masing-masing, malam dan pagi hari. Mungkin itu yang akan terjadi padaku dan Bumi.
.
"Negara kita lagi kacau begini kamu malah pergi ke luar negri." Tidak pas jika aku bicara soal hati sekarang ini.
.
"Apa yang bisa kita lakukan untuk menolong bumi pertiwi ini Ven?" Bumi mencondongkan badannya sedikit ke arahku. Aku terdiam. Iya juga, apa yang bisa aku lakukan untuk membantu negri ini agar membaik. Konflik keagamaan dan politik rasanya semakin pelik.
.
"Mars, apa yang bisa kamu lakukan untuk menolong negri ini?" Bumi mengulang pertanyaannya.
.
"Aku akan melakukan apa saja yang bisa aku lakukan sebaik mungkin Bum, dan mendoakan negara kita." Ujar Mars.
.
"Benar Mars. Intinya itu Ven, doakan negara kita beserta tokoh-tokoh ulama. Sembari kita memperbaiki kualifikasi diri kita sendiri, menjadi apapun kita hari ini." Bumi membagi pandangannya.
.
"Dan jadilah yang terbaik versi siapapun kita hari ini. Aku dengan duniaku, Mars dengan hobi dancenya, dan kamu dengan perjuanganmu. Iya kan Bumi?" Aku menambahi. Lalu kami kembali membincangkan tata surya, semesta, dan galaksi.
.
#katadhyanara
.
Lihat fotonya di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas Cinta

Tempo hari aku ikut Kelas Cintanya Lex de Praxis, sebenernya bukan karena kehidupan percintaanku kenapa-kenapa banget. Lebih sekadar penasaran materi yang membahas cinta itu kayak gimana modelnya. Rame banget yang dateng. 

Seperti seminar kebanyakan, materi yang disampaikan pasti ada yang bikin kita setuju mengiyakan atau bahkan tidak percaya sama sekali. Dari sekian banyak yang tidak kupercayai sama sekali, ada beberapa hal yang bikin otakku mikir untuk pertama kali.Kalimat-kalimat yang tadinya cuma aku baca di novel atau tahu dari film, saat itu aku bener-bener mencoba mengerti hingga mencerna dengan hati.
Pertama, adalah cinta itu hubungan dua arah. Kalo kita udah usaha buat mendapatkan perhatian tapi dia sang pujaan tidak kembali melakukan hal yang sama, maka berhentilah berharap. Aku rasa tadinya mengharapkan sesuatu yang miliki sedikit kemungkinan untuk terwujud memang membutuhkan waktu lebih lama. Seperti lebih lama berjuang, mungkin juga lebih lama berkorban. Tapi jika dipikir-p…

Tidak Salaman

Aku tahu sebenernya lebih banyak orang yang merasa terganggu ketika aku memutuskan nggak salaman sama laki-laki. Banyak banget. Mulai dari yang bilang langsung sampai yang aku denger waktu mereka ngomongin di belakang. Hehe.

Ketika meeting, atau ke acara yang mengharuskan aku ketemu laki-laki aku selalu berusaha sebisa mungkin sebelum laki-laki nyodorin tangan aku udah angkat dua tanganku di depan dada. Aku juga nggak enakan kali kalo laki-laki itu pada kecelik pas aku lupa nduluin menangkupkan dua tangan di depan dada.

Tapi buat aku itu bukan masalah. Setiap orang punya keyakinannya terhadap sesuatu masing-masing.

Ada orang yang nanya, bajuku itu kan nggak syar'i kayak ukhti-ukhti kenapa nggak mau salaman sama laki-laki? Ya karena aku memilih untuk itu:)


#katadhyanara

Kamu Nggak Akan Pernah Ngerti

Maaf kalau aku bertindak biasa saja. Dalam pertemanan tanpa ikatan, memangnya aku bisa apa? Jika aku memintamu tidak pergi, apa kamu akan tetap tinggal? Jika aku bilang merindukanmu, apa iya kamu akan langsung terbang? Kembali ke titik pertemuan?
Maaf kalau aku bertindak biasa saja. Dalam pertemanan tanpa ikatan, memangnya aku bisa apa? Jika aku memintamu lebih sering menghubungiku, apa kamu punya waktu untuk itu? Jika aku bilang aku membutuhkan hadirmu, apa iya kamu percaya begitu saja? Kamu pasti hanya tertawa.
Sulit juga menyimpan rasa lama-lama. Karena berteman denganmu tidak terlihat beda dengan berteman pada lainnya. Sehingga membuatmu yakin bahwa aku tak main-main tentu mustahil. Membuatmu tahu peduliku selama ini saja aku tidak biarkan. Membuatmu tahu aku memendam rindu yang besar, apalagi. Sungguh pantangan.
Sulit juga menyimpan rasa lama-lama. Karena revolusi kita yang tidak berjarak dekat, sepertinya menjadi teman biasa adalah satu-satunya cara. Sehingga bisa membuat kita lebi…