Langsung ke konten utama

Cerita Bersambung #RotasiBimaSakti Episode 42

Jantungku berdegup kelewat cepat, sampai-sampai sinkronisasi paru-paru dan oksigen yang aku hirup sedikit berantakan. ​Maaf aku ralat, sangat berantakan malah. Itu suara yang tidak asing di telingaku. Suara yang benar-benar aku ingin dengar selama tiga tahun belakangan ini.
.
Aku tidak mungkin salah, itu suara Venus!
.
​Aku yang tadinya membelakangi Pluto dan pintu masuk kafe, secepat kilat aku berbalik. Aku merasakan ada gelombang yang... Venus memakai gamis hitam ditutup outer bercorak warna cream dengan jilbab warna senada dengan outernya, di sini para perempuan lebih banyak memakai pakaian dengan warna-warna gelap. Oke aku belum menyelesaikan kalimatku, aku merasakan ada gelombang yang.. memancar tapi bukan menujuku.
.
"Untung kamu cepet dateng Ven, hampir-hampir pulsaku habis menelfonmu."
.
Pluto mematikan panggilan di ponselnya.
.
Venus melangkah menghampiri Pluto dan langsung duduk di hadapannya, ia mengambil red velvet yang tadi dipesan Pluto untuk mencium aromanya, tersenyum manis, dan kemudian ia letakkan lagi cangkir itu di tempat semula, mungkin menunggu minumannya dingin. Venus mengambil buku menu dan membolak-balik lembarnya. Halo penguasa rasaku, apa kabar? Aku hanya menyapanya dari dalam hati. Ia belum menyadari keberadaanku. Rasanya seperti aku ingin memanggil namanya dengan berteriak sekeras-kerasnya. Tapi apa hubungan Venus dan Pluto? Apakah episode coklat setiap jam istirahat itu berkelanjutan? Apa tadi yang dibilang Venus? Cincin? Cincin siapa? Kenapa hilang? Apa hubungan mereka sudah sejauh itu?
.
Rasanya langit benar-benar runtuh, menghantam inti Bumiku. Hatiku benar-benar sakit.
​​​.
​.​
-bersambung-
.
#katadhyanara 
#10h​​bcgelisah 
#10hbcgelisah0​9
@30haribercerita
.
(Challenge 10 Hari Gelisah "Halo Penguasa, Apa Kabar?")
.
Lihat fotonya di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas Cinta

Tempo hari aku ikut Kelas Cintanya Lex de Praxis, sebenernya bukan karena kehidupan percintaanku kenapa-kenapa banget. Lebih sekadar penasaran materi yang membahas cinta itu kayak gimana modelnya. Rame banget yang dateng. 

Seperti seminar kebanyakan, materi yang disampaikan pasti ada yang bikin kita setuju mengiyakan atau bahkan tidak percaya sama sekali. Dari sekian banyak yang tidak kupercayai sama sekali, ada beberapa hal yang bikin otakku mikir untuk pertama kali.Kalimat-kalimat yang tadinya cuma aku baca di novel atau tahu dari film, saat itu aku bener-bener mencoba mengerti hingga mencerna dengan hati.
Pertama, adalah cinta itu hubungan dua arah. Kalo kita udah usaha buat mendapatkan perhatian tapi dia sang pujaan tidak kembali melakukan hal yang sama, maka berhentilah berharap. Aku rasa tadinya mengharapkan sesuatu yang miliki sedikit kemungkinan untuk terwujud memang membutuhkan waktu lebih lama. Seperti lebih lama berjuang, mungkin juga lebih lama berkorban. Tapi jika dipikir-p…

Tidak Salaman

Aku tahu sebenernya lebih banyak orang yang merasa terganggu ketika aku memutuskan nggak salaman sama laki-laki. Banyak banget. Mulai dari yang bilang langsung sampai yang aku denger waktu mereka ngomongin di belakang. Hehe.

Ketika meeting, atau ke acara yang mengharuskan aku ketemu laki-laki aku selalu berusaha sebisa mungkin sebelum laki-laki nyodorin tangan aku udah angkat dua tanganku di depan dada. Aku juga nggak enakan kali kalo laki-laki itu pada kecelik pas aku lupa nduluin menangkupkan dua tangan di depan dada.

Tapi buat aku itu bukan masalah. Setiap orang punya keyakinannya terhadap sesuatu masing-masing.

Ada orang yang nanya, bajuku itu kan nggak syar'i kayak ukhti-ukhti kenapa nggak mau salaman sama laki-laki? Ya karena aku memilih untuk itu:)


#katadhyanara

Kamu Nggak Akan Pernah Ngerti

Maaf kalau aku bertindak biasa saja. Dalam pertemanan tanpa ikatan, memangnya aku bisa apa? Jika aku memintamu tidak pergi, apa kamu akan tetap tinggal? Jika aku bilang merindukanmu, apa iya kamu akan langsung terbang? Kembali ke titik pertemuan?
Maaf kalau aku bertindak biasa saja. Dalam pertemanan tanpa ikatan, memangnya aku bisa apa? Jika aku memintamu lebih sering menghubungiku, apa kamu punya waktu untuk itu? Jika aku bilang aku membutuhkan hadirmu, apa iya kamu percaya begitu saja? Kamu pasti hanya tertawa.
Sulit juga menyimpan rasa lama-lama. Karena berteman denganmu tidak terlihat beda dengan berteman pada lainnya. Sehingga membuatmu yakin bahwa aku tak main-main tentu mustahil. Membuatmu tahu peduliku selama ini saja aku tidak biarkan. Membuatmu tahu aku memendam rindu yang besar, apalagi. Sungguh pantangan.
Sulit juga menyimpan rasa lama-lama. Karena revolusi kita yang tidak berjarak dekat, sepertinya menjadi teman biasa adalah satu-satunya cara. Sehingga bisa membuat kita lebi…