Cerita Bersambung #RotasiBimaSakti Episode 44

Kenalkan, ini Pluto. Aku biasa memanggilnya Plu. Adik tingkat dua tahun di bawahku. Kami sudah berteman sejak Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau SD. Sedari kecil tingkah lakunya selalu manis, semanis coklat-coklat yang hampir tiap jam istirahat Plu selipkan di laci tempat dudukku. Bedanya, tanpa dimasukkan dulu ke lemari es dia sudah sedikit dingin.
.
Plu punya darah Cina memang, matanya sipit. Kulitnya juga lebih putih dibanding kulit anak laki-laki lain. Ditambah lagi dia tidak suka bermain bola di lapangan bersama teman-temannya, Pluto kecil lebih suka ikut les menyanyi.
.
Pernah suatu hari ketika aku kelas empat MI, Bumi mengikuti olimpiade sedangkan Mars tidak masuk sekolah karena cacar air, saat jam istirahat aku duduk sendirian di taman sekolah. Hanya duduk memangku kotak bekal berisi dua lembar roti tawar dengan selai kacang kesukaan Bumi sambil melihat anak-anak lain bermain jungkat-jungkit, petak umpet, ada juga yang bermain pasaran. Sengaja bukan roti tawar berlapis keju seperti setiap hari, aku hanya ingin merasakan sesuatu yang disukai Bumi. Tanpa Bumi dan Mars, aku kesepian.
.
Tiba-tiba ada anak laki-laki kecil bermata sipit yang tidak lebih tinggi dariku, duduk menyebelahi. 
Tangan kirinya memegang sebatang cokelat, tangan kanannya diarahkan ke depanku.
.
"Nama aku Pluto kelas 2A. Kamu kak Binar kelas 4B kan?" Anak kecil ini berwajah datar, mengajakku berkenalan.
.
"Iyaa halo dek Pluto, salam kenal ya." Aku memberikan senyumanku dan menjabat tangannya, namun masih bingung memikirkan dari mana datangnya anak ini. Kenapa pula tiba-tiba dia mengajakku berkenalan. Kenapa dia tahu nama asliku? Teman-teman sekolah sudah biasa memanggilku Venus sejak dua tahun lalu.
.
"Umur kak Binar berapa?" Tanya Plu.
.
"Sepuluh tahun." Aku menjawab singkat sambil mengayunkan kakiku karena tak sampai ke tanah. Bangku taman ini agak tinggi.
.
"Boleh aku panggil kamu Binar aja nggak? Nggak usah pake kak gitu?" Aku menatap matanya, benar-benar ada binar di mata Plu. Kepalanya sedikit ia majukan ke arahku, meminta jawaban. Sedari awal mengajak berkenalan, anak ini tidak tersenyum sama sekali. Mendengar pertanyaannya aku tertawa.
.
-bersambung-
.
#RotasiBimaSakti
#katadhyanara
.
Lihat fotonya di sini

Komentar

Postingan Populer