Langsung ke konten utama

Cerita Bersambung #RotasiBimaSakti Episode 19

Merkurius sebenarnya adalah nama untuk laki-laki. Orang tuaku bilang, bahwa Merkurius cocok juga untuk nama perempuan. Mereka juga bilang agar aku kuat dalam menghadapi berbagai persoalan hidup nanti. Ya, agar aku kuat.
.
Kehidupan adalah serangkaian perbuatan saling berkorban. Manusia mana yang tak pernah berkorban sama sekali dalam hidupnya? Barangkali suatu saat kamu berkorban untuk seseorang, maka mungkin di lain waktu ada juga orang-orang yang rela berkorban untukmu. Jika suatu saat orang lain berkoban untukku, maka sebisa mungkin akan kubalas pengorbanannya.
.
Sebenarnya aku mencintai Mars. Ketika Mars meminta saranku mengenai perasaannya kepada Venus, aku sangat terpukul. Ada sesak yang luar biasa mencekat kerongkongaku. Akhirnya aku memiliki alasan mengapa aku begitu bersemangat menyatukan Mars dan Venus. Dengan tidak berpihak kepada Bumi sama sekali. Ditambah lagi, ketika kita mencintai seseorang, maka kita selalu inginkan dia berbahagia kan? Mungkin ini waktuku untuk berkorban. Bahagia adalah melihat Mars bahagia.
.
Sore ini ditemani mendung dan hujan yang berlalu lalang tanpa rintik airnya, aku duduk di bangku panjang bawah rerimbunan pohon ketapang di parkiran kampus, bersama Venus. Ia menceritakan sepotong kejadian yang dialaminya ketika bertemu dengan Bumi. Ekspresinya tidak menampakkan bahwa dirinya bersedih, mungkin ada gerimis yang tak terlihat di dalam hatinya.
.
“Sudahlah Venus, Mars mencintaimu.” Kataku.
.
Langit yang tadinya mendung bertambah gelap, diiringi dengan munculnya angin yang menggerak-gerakkan dahan pohon di atas kami. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Ini adalah hujanku. Hujan yang baru saja keluar dari hatiku. .
.
--bersambung--
.
#katadhyanara
.
@30haribercerita #30haribercerita#30hbc1719 #30hbcbahagia
.
Lihat fotonya di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas Cinta

Tempo hari aku ikut Kelas Cintanya Lex de Praxis, sebenernya bukan karena kehidupan percintaanku kenapa-kenapa banget. Lebih sekadar penasaran materi yang membahas cinta itu kayak gimana modelnya. Rame banget yang dateng. 

Seperti seminar kebanyakan, materi yang disampaikan pasti ada yang bikin kita setuju mengiyakan atau bahkan tidak percaya sama sekali. Dari sekian banyak yang tidak kupercayai sama sekali, ada beberapa hal yang bikin otakku mikir untuk pertama kali.Kalimat-kalimat yang tadinya cuma aku baca di novel atau tahu dari film, saat itu aku bener-bener mencoba mengerti hingga mencerna dengan hati.
Pertama, adalah cinta itu hubungan dua arah. Kalo kita udah usaha buat mendapatkan perhatian tapi dia sang pujaan tidak kembali melakukan hal yang sama, maka berhentilah berharap. Aku rasa tadinya mengharapkan sesuatu yang miliki sedikit kemungkinan untuk terwujud memang membutuhkan waktu lebih lama. Seperti lebih lama berjuang, mungkin juga lebih lama berkorban. Tapi jika dipikir-p…

Tidak Salaman

Aku tahu sebenernya lebih banyak orang yang merasa terganggu ketika aku memutuskan nggak salaman sama laki-laki. Banyak banget. Mulai dari yang bilang langsung sampai yang aku denger waktu mereka ngomongin di belakang. Hehe.

Ketika meeting, atau ke acara yang mengharuskan aku ketemu laki-laki aku selalu berusaha sebisa mungkin sebelum laki-laki nyodorin tangan aku udah angkat dua tanganku di depan dada. Aku juga nggak enakan kali kalo laki-laki itu pada kecelik pas aku lupa nduluin menangkupkan dua tangan di depan dada.

Tapi buat aku itu bukan masalah. Setiap orang punya keyakinannya terhadap sesuatu masing-masing.

Ada orang yang nanya, bajuku itu kan nggak syar'i kayak ukhti-ukhti kenapa nggak mau salaman sama laki-laki? Ya karena aku memilih untuk itu:)


#katadhyanara

Kamu Nggak Akan Pernah Ngerti

Maaf kalau aku bertindak biasa saja. Dalam pertemanan tanpa ikatan, memangnya aku bisa apa? Jika aku memintamu tidak pergi, apa kamu akan tetap tinggal? Jika aku bilang merindukanmu, apa iya kamu akan langsung terbang? Kembali ke titik pertemuan?
Maaf kalau aku bertindak biasa saja. Dalam pertemanan tanpa ikatan, memangnya aku bisa apa? Jika aku memintamu lebih sering menghubungiku, apa kamu punya waktu untuk itu? Jika aku bilang aku membutuhkan hadirmu, apa iya kamu percaya begitu saja? Kamu pasti hanya tertawa.
Sulit juga menyimpan rasa lama-lama. Karena berteman denganmu tidak terlihat beda dengan berteman pada lainnya. Sehingga membuatmu yakin bahwa aku tak main-main tentu mustahil. Membuatmu tahu peduliku selama ini saja aku tidak biarkan. Membuatmu tahu aku memendam rindu yang besar, apalagi. Sungguh pantangan.
Sulit juga menyimpan rasa lama-lama. Karena revolusi kita yang tidak berjarak dekat, sepertinya menjadi teman biasa adalah satu-satunya cara. Sehingga bisa membuat kita lebi…