Cerita Bersambung #RotasiBimaSakti Episode 24

Akhirnya Mars sampai, kadar senyumku sudah kukurangi sedikit demi sedikit waktu ia melangkah mendekat tadi. Aku merasa akan ada hal yang serius yang ingin dibicarakan Mars. Hujan masih deras. Kacamata Mars dipenuhi bulir-bulir air bekas menerabas hujan yang entah dari mana ia tadi.
.
“Sebentar.” Mars melepas kacamatanya untuk kemudian membersihkannya dengan ujung kemeja bawah lalu dipakainya kembali.
.
Aku terus menerka-nerka, apa yang akan ia bicarakan.
.
Mars mengeluarkan selembar kertas yang dilipat menjadi dua dari selipan binder kuliah di ransel hitamnya.
.
Apakah itu surat? Jika iya untuk apa Mars menuliskannya? Atau siapa yang menitipkannya? Atau surat itu mau dititipkan kepadaku, tapi untuk siapa? Atau itu surat dari Mars dan ditujukan untukku? Tapi untuk apa Mars menuliskannya? Bukankah ia bisa mengatakannya langsung ketika bertemu? Meski memang terkadang ada pembicaraan-pembicaraan yang lebih bisa disampaikan melalui tulisan.
.
Aku terlalu memikirkan segala hal. Aku terlalu mengkhawatirkan apa-apa. Bisa jadi segala pemikiran di otak kita sesungguhnya tidak benar-benar terpikirkan oleh seseorang kan? Manusia memang suka berprasangka.

“Nih Ven dibaca ya.” Aku menerima selembar kertas yang diberikan Mars. Aku disuruh membacanya. Memang, apa isinya? 
.
.
--bersambung--
.
#katadhyanara
.
@30haribercerita #30haribercerita#30hbc1724
.
Lihat fotonya di sini

Komentar

Postingan Populer