Langsung ke konten utama

Cerita Bersambung #RotasiBimaSakti Episode 37

Teruntuk Venus, lanjutan draft email dari Bumi:
.
Laki-laki itu adalah Pluto, adik kelas di Madrasah Ibtidaiyah (SD) dua tingkat di bawah kita yang seringkali memberikanmu coklat tiap jam istirahat. Ya, Pluto. Seperti nama planet paling kecil di rengkuhan tata surya kita. Dia jugalah sosok paling muda yang masuk ke dalam putaran kehidupanku denganmu Ven. Kamu tentu masih mengingatnya.
.
Baiklah aku akan mulai masuk ke inti dari email yang aku tulis ini. Maaf selama aku di sini, aku menghilang dari revolusi. Aku sengaja bersembunyi. Mungkin kamu bisa anggap aku egois karena hanya memikirkan pencapaianku dan mengabaikan Bima Sakti. Aku tahu Ven, semesta terus berputar, terus berkembang meluas. Begitupun denganmu, kamu akan mengenal planet-planet lain di luar tata surya kita. Aku ingin kamu tidak hanya berputar di antara Merkurius, Bumi, Mars, dan Saturnus. Mungkin dengan kehilanganku, kamu sudah bisa menemukan Yupitermu, Uranus, hingga Neptunus. Bahkan tak sengaja aku melihat Plutomu di sini.
.
Ven, bagaimana kabarmu? Maaf aku mengabaikan semua email bahkan chatmu, mengasingkan diri dari semua media sosial dan hei ini semua demi kebaikanmu. Aku tidak bisa layaknya orang yang sembarang copas dari grup sebelah, aku tidak bisa sembarang mengambil tindakan kepada seseorang sama dengan tindakanku kepada seseorang lainnya. Aku selalu memiliki alasan mendasar atas keputusan yang aku ambil. Karena kamu spesial Ven. Karena kamu adalah planet favoritku, aku menyukaimu sebesar rasa yang tak cukup masuk ke rongga dadaku. 
.
.
.
-bersambung-
.
#katadhyanara 
#10hbcgelisah 
#10hbcgelisah04
@30haribercerita
.
(Challenge 10 Hari Gelisah "Copas dari Grup Sebelah")
.
Lihat fotonya di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Salaman

Aku tahu sebenernya lebih banyak orang yang merasa terganggu ketika aku memutuskan nggak salaman sama laki-laki. Banyak banget. Mulai dari yang bilang langsung sampai yang aku denger waktu mereka ngomongin di belakang. Hehe.

Ketika meeting, atau ke acara yang mengharuskan aku ketemu laki-laki aku selalu berusaha sebisa mungkin sebelum laki-laki nyodorin tangan aku udah angkat dua tanganku di depan dada. Aku juga nggak enakan kali kalo laki-laki itu pada kecelik pas aku lupa nduluin menangkupkan dua tangan di depan dada.

Tapi buat aku itu bukan masalah. Setiap orang punya keyakinannya terhadap sesuatu masing-masing.

Ada orang yang nanya, bajuku itu kan nggak syar'i kayak ukhti-ukhti kenapa nggak mau salaman sama laki-laki? Ya karena aku memilih untuk itu:)


#katadhyanara

Tidak Lulus Tepat Waktu

Di dunia perkuliahan, sekarang ini sedang masanya libur kenaikan semester genap ke semester gasal. Itu berarti saya telah meninggalkan semester sepuluh dan akan menyambut semester sebelas. Memang dulu saya menghabiskan masa D3 dengan tepat waktu selama tiga tahun, kemudian melanjutkan transfer ke S1. Minimal masa tempuh transfer S1 dari D3 menurut peraturan dari Dikti ialah dua tahun. Jika dihitung secara berlanjut maka konversi mata kuliah yang belum saya ambil semasa D3 dulu memang bisa selesai dalam kurun waktu tepat dua tahun. Namun nyatanya saya masih harus melanjutkan ke semester sebelas. Benar, saya belum menyelesaikan skripsi saya.
Semasa semester satu dahulu saya begitu menganggap remeh teman-teman mahasiswa yang kuliah sembari bekerja. Bagaimana tidak, mereka seringkali terlambat masuk kelas sehingga saat pintu kelas dibuka mereka membuat mahasiswa lain juga dosen terganggu konsentrasinya. Mereka juga sering mengganggu saya dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai tugas yang d…