Langsung ke konten utama

Cerita Bersambung #RotasiBimaSakti Episode 16

Waktu seakan berhenti ketika Venus mendengar jawabanku yang begitu cepat kusampaikan. Aku sudah mengenalnya selama tiga belas tahun, aku begitu hafal cara berfikirnya, cara ia bersikap, cara ia memandang suatu hal hingga cara memertahankan prinsipnya. Jadi aku sudah memperkirakan bahwa pada akhirnya ia akan menanyakan ini. Sehingga sudah sejak lama aku mempertimbangkan jawabannya.
.
Dulu waktu kecil aku anak yang periang dan cerewet, sama seperti Mars. Namun tiba-tiba Venus hadir dan aku selalu merasa gugup di depannya. Sejak saat itu Venus mengambil kendali penuh atas bagaimana aku bersikap. Tadinya aku hanyalah seorang murid yang malas belajar dan mendapatkan nilai pas-pasan. Tapi inginku membuat Venus terkesima dan akhirnya aku selalu mendapatkan peringkat pertama selama sekolah, pun hingga kuliah. Berkat Venus, karakterku juga berubah.
.
Tiga belas tahun sudah aku menyimpan sesuatu di dalam hatiku, yang setiap kali tumbuh langsung aku tebang. Adalah Venus, objek semua tulisanku yang tentu aku samarkan. Harus benar-benar samar karena aku tak mau Venus mengetahuinya. Bergelut di bidang pers mahasiswa membuat Venus dapat diajak berdiskusi mengenai tulis menulis, sehingga pada akhirnya aku bisa menunjukkan semua tulisanku yang memang tertuju untuknya. Karena pada awalnya, aku malu. Pada awalnya. Tapi bukan itu alasanku tidak menjawab ‘iya’ kepada Venus.
.
Detik jam dinding terasa begitu terdengar membuat waktu terasa berjalan dengan sangat lambatnya. Seperti senyum Venus yang tadinya mengembang saat bertanya, dengan tempo yang benar-benar lambat senyum itu memudar, dan hilang.
.
“Maaf.” Aku mengucapkannya lagi. .
.
--bersambung--
.
#katadhyanara
.
@30haribercerita #30haribercerita#30hbc1716
.
Lihat fotonya di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Salaman

Aku tahu sebenernya lebih banyak orang yang merasa terganggu ketika aku memutuskan nggak salaman sama laki-laki. Banyak banget. Mulai dari yang bilang langsung sampai yang aku denger waktu mereka ngomongin di belakang. Hehe.

Ketika meeting, atau ke acara yang mengharuskan aku ketemu laki-laki aku selalu berusaha sebisa mungkin sebelum laki-laki nyodorin tangan aku udah angkat dua tanganku di depan dada. Aku juga nggak enakan kali kalo laki-laki itu pada kecelik pas aku lupa nduluin menangkupkan dua tangan di depan dada.

Tapi buat aku itu bukan masalah. Setiap orang punya keyakinannya terhadap sesuatu masing-masing.

Ada orang yang nanya, bajuku itu kan nggak syar'i kayak ukhti-ukhti kenapa nggak mau salaman sama laki-laki? Ya karena aku memilih untuk itu:)


#katadhyanara

Tidak Lulus Tepat Waktu

Di dunia perkuliahan, sekarang ini sedang masanya libur kenaikan semester genap ke semester gasal. Itu berarti saya telah meninggalkan semester sepuluh dan akan menyambut semester sebelas. Memang dulu saya menghabiskan masa D3 dengan tepat waktu selama tiga tahun, kemudian melanjutkan transfer ke S1. Minimal masa tempuh transfer S1 dari D3 menurut peraturan dari Dikti ialah dua tahun. Jika dihitung secara berlanjut maka konversi mata kuliah yang belum saya ambil semasa D3 dulu memang bisa selesai dalam kurun waktu tepat dua tahun. Namun nyatanya saya masih harus melanjutkan ke semester sebelas. Benar, saya belum menyelesaikan skripsi saya.
Semasa semester satu dahulu saya begitu menganggap remeh teman-teman mahasiswa yang kuliah sembari bekerja. Bagaimana tidak, mereka seringkali terlambat masuk kelas sehingga saat pintu kelas dibuka mereka membuat mahasiswa lain juga dosen terganggu konsentrasinya. Mereka juga sering mengganggu saya dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai tugas yang d…