Cerita Bersambung #RotasiBimaSakti Episode 17

Beberapa hari lalu di rumahku...
.
“Terus kalo terjadi penolakan dari hipotesis semula gini, diapain hayo?” Aku memberi pertanyaan kepada Venus yang sedang asik memandangi foto-foto keluargaku di dinding ruang tamu rumahku.
.
“Hmm diapain ya.. enggak tau, lupa.” Mimik wajah Venus nampak dibuat seserius mungkin. Bola matanya diarahkan ke langit-langit agar aku mengiranya sedang berfikir keras. Disusul dengan jari telunjuk yang ditempelkannya ke pelipis, sembari mulutnya berkomat-kamit tanpa suara. Venus, aktingmu sempurna tapi sayang kaki kananmu selalu tak sengaja kau gerak-gerakkan ketika sedang berbohong.
.
“Venus aku tahu kamu bohong.” Aku naikkan satu alisku, ujung bibirku kubentuk senyum menelisik. Andai aku tahu apa alasanmu berbohong di bagian ini Venus, apakah kamu ingin aku menjelaskannya? Maka dengan senang hati aku akan menjelaskannya, berapa kali pun.
.
“Lupa itu adalah tanda bahwa kita masih pantas disebut manusia kalii.. malah dibilang bohong” Untuk menyembunyikan kekhawatirannya karena tertangkap basah, secepat mungkin dia membela diri. Kemudian mama datang membawakan kami roti bakar. Tawaku meledak.
.
“Canda kali, sewot amat..” kataku.
.
“Hahaa..dasar” Venus ikut tertawa yang dibuat-buat. Setidaknya ia tak perlu malu di depanku.
.
“Red velvetnya dari tadi nggak diminum? Bukannya kamu suka?” tanyaku.
.
“Suka dooong..” namun ia hanya menatap red velvet hangat – yang – sudah – dinginnya itu.
.
Jangan langsung habiskan red velvetmu Venus. Kamu bisa meminumnya sedikit demi sedikit agar kamu tak cepat pulang.
.
.
--bersambung--
.
#katadhyanara
.
@30haribercerita #30haribercerita#30hbc1717
.
Lihat fotonya di sini

Komentar

Postingan Populer