Langsung ke konten utama

Cerita Bersambung #RotasiBimaSakti Episode 40

Teruntuk Venus, lanjutan draft email dari Bumi:
.
​"​Tidak datang ke kafe ini mungkin akan lebih baik daripada aku mengerti bahwa seseorang yang jangan-jangan adalah Pluto juga memesan red velvet.
.
​Sebentar lagi masuk bulan Ramadan. Kamu ingat kisah tentang si curang Ven? Saat kelas empat Madrasah Ibtidaiyah ​bulan Ramadan, aku, kamu, dan Mars menyelinap ke luar pagar sekolah. Setelah kamu menangis karena haus, aku dan Mars berusaha membelikan minuman di luar sekolah karena semua kantin di sekolah tutup selama bulan puasa. Tapi kamu memaksa ingin ikut. Sesampainya di warung sebelah sekolah dengan aman tanpa ketahuan ustadz maupun ustadzah, kamu dan Mars membeli es jeruk. Kamu ingat kan es jerukmu langsung habis? Sedangkan es jeruk yang mau diminum oleh Mars aku rebut, karena aku ingin Mars tetap mempertahankan puasanya sampai maghrib bersamaku. Tapi kamu masih ingat dua detik kemudian setelah adegan ini kan? Yap, ustadzah Mentari memergoki keberadaan kita bertiga di warung saat aku memegang es jeruk milik Mars hahaha yaa jadilah predikat Si Curang melekat padaku, karena aku tak ingin kamu yang dihukum Ven, kamu pasti tahu maksudku."
​​.
​​Aku memindahkan mataku dari layar laptop kepada pantulan cahaya di jendela. Mengintip Pluto yang masih berbicara dengan ponselnya. Cangkir red velvet itu masih mengeluarkan uap dan ia membiarkannya. Membiarkan uap itu keluar dari cangkirnya, sama seperti membiarkanku menerka-nerka ada apa ini sebenarnya.
.
Tiba-tiba lonceng pintu kafe kembali berbunyi.
.
-bersambung-
.
#katadhyanara 
#10hbcgelisah 
#10hbcgelisah07
@30haribercerita
.
(Challenge 10 Hari Gelisah "Tentang Si Curang")
.
Lihat fotonya di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas Cinta

Tempo hari aku ikut Kelas Cintanya Lex de Praxis, sebenernya bukan karena kehidupan percintaanku kenapa-kenapa banget. Lebih sekadar penasaran materi yang membahas cinta itu kayak gimana modelnya. Rame banget yang dateng. 

Seperti seminar kebanyakan, materi yang disampaikan pasti ada yang bikin kita setuju mengiyakan atau bahkan tidak percaya sama sekali. Dari sekian banyak yang tidak kupercayai sama sekali, ada beberapa hal yang bikin otakku mikir untuk pertama kali.Kalimat-kalimat yang tadinya cuma aku baca di novel atau tahu dari film, saat itu aku bener-bener mencoba mengerti hingga mencerna dengan hati.
Pertama, adalah cinta itu hubungan dua arah. Kalo kita udah usaha buat mendapatkan perhatian tapi dia sang pujaan tidak kembali melakukan hal yang sama, maka berhentilah berharap. Aku rasa tadinya mengharapkan sesuatu yang miliki sedikit kemungkinan untuk terwujud memang membutuhkan waktu lebih lama. Seperti lebih lama berjuang, mungkin juga lebih lama berkorban. Tapi jika dipikir-p…

Tidak Salaman

Aku tahu sebenernya lebih banyak orang yang merasa terganggu ketika aku memutuskan nggak salaman sama laki-laki. Banyak banget. Mulai dari yang bilang langsung sampai yang aku denger waktu mereka ngomongin di belakang. Hehe.

Ketika meeting, atau ke acara yang mengharuskan aku ketemu laki-laki aku selalu berusaha sebisa mungkin sebelum laki-laki nyodorin tangan aku udah angkat dua tanganku di depan dada. Aku juga nggak enakan kali kalo laki-laki itu pada kecelik pas aku lupa nduluin menangkupkan dua tangan di depan dada.

Tapi buat aku itu bukan masalah. Setiap orang punya keyakinannya terhadap sesuatu masing-masing.

Ada orang yang nanya, bajuku itu kan nggak syar'i kayak ukhti-ukhti kenapa nggak mau salaman sama laki-laki? Ya karena aku memilih untuk itu:)


#katadhyanara

Kamu Nggak Akan Pernah Ngerti

Maaf kalau aku bertindak biasa saja. Dalam pertemanan tanpa ikatan, memangnya aku bisa apa? Jika aku memintamu tidak pergi, apa kamu akan tetap tinggal? Jika aku bilang merindukanmu, apa iya kamu akan langsung terbang? Kembali ke titik pertemuan?
Maaf kalau aku bertindak biasa saja. Dalam pertemanan tanpa ikatan, memangnya aku bisa apa? Jika aku memintamu lebih sering menghubungiku, apa kamu punya waktu untuk itu? Jika aku bilang aku membutuhkan hadirmu, apa iya kamu percaya begitu saja? Kamu pasti hanya tertawa.
Sulit juga menyimpan rasa lama-lama. Karena berteman denganmu tidak terlihat beda dengan berteman pada lainnya. Sehingga membuatmu yakin bahwa aku tak main-main tentu mustahil. Membuatmu tahu peduliku selama ini saja aku tidak biarkan. Membuatmu tahu aku memendam rindu yang besar, apalagi. Sungguh pantangan.
Sulit juga menyimpan rasa lama-lama. Karena revolusi kita yang tidak berjarak dekat, sepertinya menjadi teman biasa adalah satu-satunya cara. Sehingga bisa membuat kita lebi…