Langsung ke konten utama

Cerita Bersambung #RotasiBimaSakti Episode 27

Menikah muda bukanlah aib, bukan juga sebuah perlombaan bahwa siapa yang menikah di usia lebih muda adalah lebih hebat dari pada yang merasa nanti-nanti saja. Yang penting selalu libatkan Sang Pencipta dalam segala keputusan kita. 
.
“Eh Ven, jadinya kompetisi dance tempo hari aku kalah tau hahahah.” Tidak ingin berlarut-larut membicarakan perasaan aku mencari topik bahasan.
.
“Seriuuus? Yaah maaf ya nggak sempet nonton waktu kamu tampil abisnya pas banget sih di minggu-minggu UAS.” Raut wajah Venus terlihat menyesal, mungkin karena terlupa oleh saat-saat dirinya butuh dukungan, terlebih saat itu orbit edar kami bertiga juga sedang tak beraturan.
.
“Iyaa Allah maunya gitu, ya suka-suka Dialah ya. Apalah kita cuma hamba hehe.” Kataku.
.
“Berarti kamu mau disentil aja tuh, dari dulu kan kamu menang mulu nah perlu bumbu-bumbu kalah juga kali ya biar kita sadar kalo kita nggak punya kuasa apa-apa sebagai makhluk.” Venus menaik-naikkan kedua alisnya.
.
“Hahaha iya bener-beneer, eh Ven kamu nggak mau susulin si Merkurius ke atas? Aku ada urusan nih di markas UKM Tari.” Venus mengamini dan menyusuri anak tangga ke lantai dua. Sedangkan aku berjalan menuju markas Tari yang terletak di ujung lantai dasar.
.
Hujan sepenuhnya berhenti dengan meninggalkan jejaknya pada kubangan-kubangan aspal yang sedikit cekung ke bawah, matahari sore bersinar kembali. Aku, Bumi dan Venus sedang berevolusi di jalurnya masing-masing.
.
.
--bersambung--
.
#katadhyanara
.
@30haribercerita #30haribercerita#30hbc1727
.
Lihat fotonya di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas Cinta

Tempo hari aku ikut Kelas Cintanya Lex de Praxis, sebenernya bukan karena kehidupan percintaanku kenapa-kenapa banget. Lebih sekadar penasaran materi yang membahas cinta itu kayak gimana modelnya. Rame banget yang dateng. 

Seperti seminar kebanyakan, materi yang disampaikan pasti ada yang bikin kita setuju mengiyakan atau bahkan tidak percaya sama sekali. Dari sekian banyak yang tidak kupercayai sama sekali, ada beberapa hal yang bikin otakku mikir untuk pertama kali.Kalimat-kalimat yang tadinya cuma aku baca di novel atau tahu dari film, saat itu aku bener-bener mencoba mengerti hingga mencerna dengan hati.
Pertama, adalah cinta itu hubungan dua arah. Kalo kita udah usaha buat mendapatkan perhatian tapi dia sang pujaan tidak kembali melakukan hal yang sama, maka berhentilah berharap. Aku rasa tadinya mengharapkan sesuatu yang miliki sedikit kemungkinan untuk terwujud memang membutuhkan waktu lebih lama. Seperti lebih lama berjuang, mungkin juga lebih lama berkorban. Tapi jika dipikir-p…

Tidak Salaman

Aku tahu sebenernya lebih banyak orang yang merasa terganggu ketika aku memutuskan nggak salaman sama laki-laki. Banyak banget. Mulai dari yang bilang langsung sampai yang aku denger waktu mereka ngomongin di belakang. Hehe.

Ketika meeting, atau ke acara yang mengharuskan aku ketemu laki-laki aku selalu berusaha sebisa mungkin sebelum laki-laki nyodorin tangan aku udah angkat dua tanganku di depan dada. Aku juga nggak enakan kali kalo laki-laki itu pada kecelik pas aku lupa nduluin menangkupkan dua tangan di depan dada.

Tapi buat aku itu bukan masalah. Setiap orang punya keyakinannya terhadap sesuatu masing-masing.

Ada orang yang nanya, bajuku itu kan nggak syar'i kayak ukhti-ukhti kenapa nggak mau salaman sama laki-laki? Ya karena aku memilih untuk itu:)


#katadhyanara

Kamu Nggak Akan Pernah Ngerti

Maaf kalau aku bertindak biasa saja. Dalam pertemanan tanpa ikatan, memangnya aku bisa apa? Jika aku memintamu tidak pergi, apa kamu akan tetap tinggal? Jika aku bilang merindukanmu, apa iya kamu akan langsung terbang? Kembali ke titik pertemuan?
Maaf kalau aku bertindak biasa saja. Dalam pertemanan tanpa ikatan, memangnya aku bisa apa? Jika aku memintamu lebih sering menghubungiku, apa kamu punya waktu untuk itu? Jika aku bilang aku membutuhkan hadirmu, apa iya kamu percaya begitu saja? Kamu pasti hanya tertawa.
Sulit juga menyimpan rasa lama-lama. Karena berteman denganmu tidak terlihat beda dengan berteman pada lainnya. Sehingga membuatmu yakin bahwa aku tak main-main tentu mustahil. Membuatmu tahu peduliku selama ini saja aku tidak biarkan. Membuatmu tahu aku memendam rindu yang besar, apalagi. Sungguh pantangan.
Sulit juga menyimpan rasa lama-lama. Karena revolusi kita yang tidak berjarak dekat, sepertinya menjadi teman biasa adalah satu-satunya cara. Sehingga bisa membuat kita lebi…