Langsung ke konten utama

Cerita Bersambung #RotasiBimaSakti Episode 21

“Hei Venus Merkurius! Kalian berteduh di sini juga?” Bumi meninggikan suaranya karena hujan masih begitu deras, dari arah enam meter jarak koordinat kami berdua Bumi melambaikan tangannya. Spontan kami membalas lambaian tangannya.
.
“Iya, semangat ya rapatnya!” Venus menjawab dengan suara yang tinggi juga. Oh baguslah kalau hubungan mereka baik-baik saja, buktinya Venus tahu kalau UKM Penalaran ada rapat. Oh iya Bumi kan ketua UKM Penalaran dan sebentar lagi ada Pimnas, pasti mereka mengatur strategi baru karena Pimnas kemarin dari kampus kami hanya menyabet juara favorit. Bumi naik tangga dan berlalu. Aku tahu Venus pasti merasa ada sesuatu yang hilang.
.
Tiba-tiba ada planet lain yang baru berteduh juga dari derasnya hujan, Mars. Ia masih sibuk dengan kuyup yang membasahinya. Mata kami tertuju pada Mars, aku dan Venus beradu pandang seolah berkata ‘bagaimana ini?’. Mars menangkap kehadiran kami dan berjalan menghampiri. Aku harus tahu diri.
.
“Eh Ven aku lupa belum lanjutin naskah yang buat diunggah besok, aku ke markas dulu ya. Mars, duluan.” Aku berpamitan.
.
Mengikuti jejak Bumi, aku menaiki tangga dan menghilang. Di tengah rasa kehilangan, aku memilih hilang. Ya, hilang.
.
.
--bersambung--
.
#katadhyanara
.
@30haribercerita #30haribercerita#30hbc1721 #30hbchilang
.
Lihat fotonya di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas Cinta

Tempo hari aku ikut Kelas Cintanya Lex de Praxis, sebenernya bukan karena kehidupan percintaanku kenapa-kenapa banget. Lebih sekadar penasaran materi yang membahas cinta itu kayak gimana modelnya. Rame banget yang dateng. 

Seperti seminar kebanyakan, materi yang disampaikan pasti ada yang bikin kita setuju mengiyakan atau bahkan tidak percaya sama sekali. Dari sekian banyak yang tidak kupercayai sama sekali, ada beberapa hal yang bikin otakku mikir untuk pertama kali.Kalimat-kalimat yang tadinya cuma aku baca di novel atau tahu dari film, saat itu aku bener-bener mencoba mengerti hingga mencerna dengan hati.
Pertama, adalah cinta itu hubungan dua arah. Kalo kita udah usaha buat mendapatkan perhatian tapi dia sang pujaan tidak kembali melakukan hal yang sama, maka berhentilah berharap. Aku rasa tadinya mengharapkan sesuatu yang miliki sedikit kemungkinan untuk terwujud memang membutuhkan waktu lebih lama. Seperti lebih lama berjuang, mungkin juga lebih lama berkorban. Tapi jika dipikir-p…

Tidak Salaman

Aku tahu sebenernya lebih banyak orang yang merasa terganggu ketika aku memutuskan nggak salaman sama laki-laki. Banyak banget. Mulai dari yang bilang langsung sampai yang aku denger waktu mereka ngomongin di belakang. Hehe.

Ketika meeting, atau ke acara yang mengharuskan aku ketemu laki-laki aku selalu berusaha sebisa mungkin sebelum laki-laki nyodorin tangan aku udah angkat dua tanganku di depan dada. Aku juga nggak enakan kali kalo laki-laki itu pada kecelik pas aku lupa nduluin menangkupkan dua tangan di depan dada.

Tapi buat aku itu bukan masalah. Setiap orang punya keyakinannya terhadap sesuatu masing-masing.

Ada orang yang nanya, bajuku itu kan nggak syar'i kayak ukhti-ukhti kenapa nggak mau salaman sama laki-laki? Ya karena aku memilih untuk itu:)


#katadhyanara