Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

CIUMAN

Pada suatu matahari yang menyore tak sengaja kita bersapa di diagonal bumi yang sama, lagi. Dalam keentahan yang berkali lipat, kerinduanku menggunung terhadap kamu yang jelas miliki pikat. Hingga akhirnya mata kita beradu, rinduku ini tak bisa juga meletus. Kepura-puraan pura-puraku tidak mencintaimu agaknya sudah terlalu hingga aku terlarut pada situasi yang seolah-olah. Mana kamu tahu jika aku mencintaimu? Sebenarnya aku tidak pernah memikirkanmu. Sama sekali. Hanya saja seringkali tiba-tiba ada kamu di kepalaku. Di diagonal yang sama, aku sudah bilang mata kita beradu, namun masih ada tujuh langkah kaki kita untuk saling bersatu. Detik waktu benar-benar melambat sampai-sampai aku bisa banyak berpikiran mengenai kemungkinan-kemungkinan apa saja yang akan kamu katakan kepadaku ketika langkah kita sudah sama-sama buntu karena kaki yang berhadapan. Aku sudah menyunggingkan senyumku sejak berputar melewati taman ini, karena tentu aku melihatmu. Makanya aku memotong jalan di persimpangan…